Sabtu, 10 Desember 2016
Sarana pertolongan Untuk anak Jalanan yang disediakan Pemerintahan
Terdapat banyak lembaga - lembaga sosial yang berguna untuk anak - anak yang ada di jalanan. Pemberdayaan masyarakat dapat didefinisikan sebagai tindakan sosial dimana penduduk sebuah komunitas mengorganisasikan diri dalam membuat perencanaan dan tindakan kolektif untuk memecahkan masalah sosial atau memenuhi kebutuhan sosial sesuai dengan kemampuan dan sumberdaya yang dimilikinya. Dalam kenyataannya, seringkali proses ini tidak muncul secara otomatis, melainkan tumbuh dan berkembang berdasarkan interaksi masyarakat setempat dengan pihak luar atau para pekerja sosial baik yang bekerja berdasarkan dorongan karitatif maupun perspektif profesional. Para pekerja sosial ini berperan sebagai pendamping sosial.
Anak jalanan seringkali merupakan kelompok yang tidak berdaya baik karena hambatan internal dari dalam dirinya maupun tekanan eksternal dari lingkungannya. Pendamping sosial kemudian hadir sebagai agen perubah yang turut terlibat membantu memecahkan persoalan yang dihadapi mereka. Pendampingan sosial dengan demikian dapat diartikan sebagai interaksi dinamis antara anak jalanan dan pekerja sosial untuk secara bersama-sama menghadapi permasalahan.
Pendampingan sosial sangat menentukan kerberhasilan program penananganan anak jalanan. Peran pendamping umumnya mencakup tiga peran utama, yaitu: fasilitator, pendidik, perwakilan masyarakat, dan peran-peran teknis bagi anak jalanan yang didampinginya.
- Fasilitator.
Merupakan peran yang berkaitan dengan pemberian motivasi, kesempatan, dan dukungan
bagi masyarakat. Beberapa tugas yang berkaitan dengan peran ini antara lain menjadi model,
melakukan mediasi dan negosiasi, memberi dukungan, membangun konsensus bersama,
serta melakukan pengorganisasian dan pemanfaatan sumber.
- Pendidik.
Pendamping berperan aktif sebagai agen yang memberi masukan positif dan direktif berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya serta bertukar gagasan dengan pengetahuan dan pengalaman masyarakat yang didampinginya. Membangkitkan kesadaran , menyampaikan informasi, melakukan konfrontasi, menyelenggarakan pelatihan bagi anak jalanan adalah beberapa tugas yang berkaitan dengan peran pendidik.
- Perwakilan masyarakat.
Peran ini dilakukan dalam kaitannya dengan interaksi antara pendamping dengan lembaga-lembaga eksternal atas nama dan demi kepentingan masyarakat dampingannya. Pekerja sosial dapat bertugas mencari sumber-sumber, melakukan pembelaan, menggunakan media, meningkatkan hubungan masyarakat, dan membangun jaringan kerja.
- Peran-peran teknis.
Mengacu pada aplikasi keterampilan yang bersifat praktis. Pendamping dituntut tidak hanya mampu menjadi ‘manajer perubahan” yang mengorganisasi kelompok, melainkan pula mampu melaksanakan tugas-tugas teknis sesuai dengan berbagai keterampilan dasar, seperti; melakukan analisis sosial, mengelola dinamika kelompok, menjalin relasi, bernegosiasi, berkomunikasi, memberi konsultasi, dan mencari serta mengatur sumber dana.
Dalam garis besar, alternatif model penanganan anak jalanan mengarah kepada 4 jenis model, yaitu:
1. Street-centered intervention. Penanganan anak jalanan yang dipusatkan di "jalan" dimana anak-anak jalanan biasa beroperasi. Tujuannya agar dapat menjangkau dan melayani anak di lingkungan terdekatnya, yaitu di jalan.
2. Family-centered intervention. Penanganan anak jalanan yang difokuskan pada pemberian bantuan sosial atau pemberdayaan keluarga sehingga dapat mencegah anak-anak agar tidak menjadi anak jalanan atau menarik anak jalanan kembali ke keluarganya.
3. Institutional-centered intervention. Penanganan anak jalanan yang dipusatkan di lembaga (panti), baik secara sementara (menyiapkan reunifikasi dengan keluarganya) maupun permanen (terutama jika anak jalanan sudah tidak memiliki orang tua atau kerabat). Pendekatan ini juga mencakup tempat berlindung sementara yang menyediakan fasilitas "panti dan asrama adaptasi" bagi anak jalanan.
4. Community-centered intervention. Penanganan anak jalanan yang dipusatkan di sebuah komunitas. Melibatkan program-program community development untuk memberdayakan masyarakat atau penguatan kapasitas lembaga-lembaga sosial di masyarakat dengan menjalin networking melalui berbagai institusi baik lembaga pemerintahan maupun lembaga sosial masyarakat. Pendekatan ini juga mencakup Corporate Social Responsibility (tanggungjawab sosial perusahaan).
1. Street-centered intervention. Penanganan anak jalanan yang dipusatkan di "jalan" dimana anak-anak jalanan biasa beroperasi. Tujuannya agar dapat menjangkau dan melayani anak di lingkungan terdekatnya, yaitu di jalan.
2. Family-centered intervention. Penanganan anak jalanan yang difokuskan pada pemberian bantuan sosial atau pemberdayaan keluarga sehingga dapat mencegah anak-anak agar tidak menjadi anak jalanan atau menarik anak jalanan kembali ke keluarganya.
3. Institutional-centered intervention. Penanganan anak jalanan yang dipusatkan di lembaga (panti), baik secara sementara (menyiapkan reunifikasi dengan keluarganya) maupun permanen (terutama jika anak jalanan sudah tidak memiliki orang tua atau kerabat). Pendekatan ini juga mencakup tempat berlindung sementara yang menyediakan fasilitas "panti dan asrama adaptasi" bagi anak jalanan.
4. Community-centered intervention. Penanganan anak jalanan yang dipusatkan di sebuah komunitas. Melibatkan program-program community development untuk memberdayakan masyarakat atau penguatan kapasitas lembaga-lembaga sosial di masyarakat dengan menjalin networking melalui berbagai institusi baik lembaga pemerintahan maupun lembaga sosial masyarakat. Pendekatan ini juga mencakup Corporate Social Responsibility (tanggungjawab sosial perusahaan).
Motivasi yang bisa saya berikan kepada anak - anak jalanan dan aktivis - aktivis
Untuk Anak - anak Jalanan
Untuk anak - anak jalanan... jangan pernah kalian putus dari bangku sekolah , lanjutkan terus sekolah kalian , jangan pernah kalian menganggap sekolah itu tidak penting atau pun buang - buang waktu tunjukkan kalau kalian mampu membuat prestasi yang menakjubkan disekolah... apabila kalian menyelesaikan sekolah kalian sampai jenjang terahkir.. kalian mampu membahagiakan dan menghidupi keluarga kalian tanpa harus beradu nasib dijalanan yang berbahaya
Untuk Aktivis - aktivis Jalanan
Teruslah kalian melanjutkan aksi - aksi seperti ini , jangan pernah putuskan bantuan dan kasih kalian kepada mereka yang kurang beruntung... karena saya yakin kelak karma baik akan menimpa dan mengasihi kalian... teruslah membimbing dan memotivasi mereka untuk terus belajar dan pergi sekolah dibanding bekerja di jalanan...
Pelajaran yang saya dapatkan
Tentu saja banyak pelajaran penting yang saya dapatkan dari event yang diselenggarakan oleh KMBD Bina Nusantara...
- Pemikiran saya menjadi jauh lebih terbuka bagaimana kondisi anak jalanan yang ada dijakarta
- Saya yang jarang olahraga pun bisa berolahraga di pagi yang cerah
- Menghidupkan semangat saya dan teman - teman karena pada waktu yang sama kita merayakan hari pahlawan.
Langganan:
Postingan (Atom)




